Rembuk Massal

Oleh: Stefanus Akim

Tak terasa sudah enam bulan usia Borneo Tribune. Usia yang masih muda memang untuk ukuran sebuah koran. Namun banyak hal yang telah dibuat, kru tak semata bekerja dan akhir bulan terima gaji.

Sabtu kemarin semua karyawan berkumpul di ruang redaksi Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak. Acaranya sederhana, makan bersama dan ngobrol. Ini kegiatan untuk merayakan usia koran yang 19 November lalu berusia 6 bulan.

Kegiatan diskusi atau rapat memang sudah seumpama sarapan pagi, makan siang dan makan malam agar pertumbuhan Borneo Tribune baik dan cepat. Namun dalam enam bulan terakhir setelah launching, baru dua kali kami rembuk massal. Pertama 16 Agustus dan kedua kemarin.

Pimpinan redaksi, H Nur Iskandar SP, yang memimpin ’rembuk massal’ tersebut menuturkan, sebenarnya inginnya tiap bulan seperti ini. Namun banyak hal yang membuat tak bisa terlaksana. Diantaranya kesibukan masing-masing personal maupun bagian, termasuk dana yang harus dipikirkan. ”Kalau sudah terlaksana artinya kan kita sudah punya dana yang agak lebih selain untuk gaji, operasional dan event,” kata dia yang mendapat aplaus hangat dari karyawan yang hampir 60 orang tersebut.

Semua hadir mulai dari divisi redaksi, pracetak dan percetakan, marketing serta administrasi dan keuangan. Semua bergembira, akrab dan santai. Semua dipersilakan berbicara bebas asalkan bertanggungjawab dan beretika.

Sugeng, office boy kami paling sibuk. Kerjanya mulai menyiapkan meja dan kursi, membersihkan lantai hingga toilet. Kesibukannya hari ini agaknya bertambah. Sebab usai makan bersama harus membawa turun sampah dan peralatan makan ke bawah.

Sehari sebelumnya kami juga kedatangan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Drs Zainal Abidin Ishak. Ia didampingi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar (AKBP) Drs Suhadi SW M.Si.

Hari ini Nuris berangkat ke kawasan Utara. Tujuannya pertama sekali membuka Biro Kabupaten Sambas. Yang dipercaya sebagai duta Borneo Tribune di negeri jeruk tersebut adalah Budi Rahman. Alumni FISIPOL Untan ini akan bertugas sebagai kepala biro. Dalam perjalanan Nuris akan menyambangi Biro Kota Singkawang yang digawangi Mujidi dan Biro Kabupaten Pontianak, Johan Wahyudi.

Dengan demikian maka Borneo Tribune sudah memiliki delapan biro yang meliputi: Arthur Oktavianus di Kabupaten Landak, Herkulanus Agus di Biro Sanggau, Endang Kusmiyati di Sintang dan Yulan Mirza di Kapuas Hulu serta koresponden di Kapuas Hulu, Gusti Iswadi.

Dalam waktu dekat semua kabupaten akan dibuat biro. Rekrutmen wartawan besar-besaran juga sedang dilakukan divisi keredaksian. Diantaranya dengan menyelenggarakan intensif program atau wartawan magang. Jika prestasinya brilian, memiliki intregritas, tak cacat dalam tanda kutip, maka akan diterima sebagai wartawan. Meskipun demikian yang bersangkutan harus menyelesaikan kuliah terlebih dahulu.

Sementara salah satu redaktur, Yusriadi yang menyelesaikan program doktoralnya di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) saat ini juga berangkat ke negeri jiran. Ia diundang sebagai salah seorang pemateri bersanding dengan sejumlah ilmuwan.□

Monday, November 26, 2007 |

0 komentar:

Kategori

Total Pageviews