Gagas di Kejurda INKAI Kota Pontianak

video

[ read the rest of this entry » ]

Friday, January 27, 2012 |

Karakter Otoh dan Ambek

PADA tradisi lisan masyarakat Dayak Kanayatn, sebutan Otoh dan Ambek sangat populer.

Otoh sebagai nama pengganti panggilan untuk anak laki-laki yang baru lahir hingga menginjak remaja. Maknanya seperti 'Ucok' dalam masyarakat Batak.

Sedangkan Ambek - sebagian memanggil Ola - dipakai untuk panggilan terhadap anak perempuan. Ambek lebih dominan digunakan Dayak Kanayatn yang mendiami Sungai Ambawang. Sebutan Ola dominan oleh Dayak yang kalau dilihat garis migrasinya berasal dari Kabupaten Landak, contohnya Kampung Retok yang sebagian besar berasal dari Sambih, Sekilap, dan seterusnya. Kalau dipadankan Ambek atau Ola kurang lebih 'Butet' pada masyarakat Batak.

Karakter Otoh dan Ambek adalah anak-anak yang disayangi, dikasihi, dan biasanya anak-anak yang kehadirannya benar-benar diharapkan.

Kadang agak lucu juga, mungkin karena keterusan hingga orang yang bersangkutan sudah dewasapun sebutan tersebut masih dipakai.

Kini, mungkin karena perkembangan waktu mulai jarang anak-anak dipanggil dengan Otoh atau Ambek. Padahal penggilan tersebut memiliki karakter yang kuat. *
Stefanus Akim | Tribun Pontianak

Powered by BlackBerry® via Mangkok Merah

[ read the rest of this entry » ]

Thursday, October 13, 2011 |

Ubah Wajah

LAMA tak dipoles, blog ini ibarat rumah yang catnya memudar. Meskipun mungkin belum akan roboh, namun tamu dan para tetangga pasti sudah mulai bosan melihat cat dan bentuk rumah yang itu-itu saja. Tak ada perubahan, semua monoton, dan dan tak inovatif. Lama-lama tak ada yang mau berkunjung atau sekadar melongo di teras rumah.

Malam ini beberapa bagian coba saya ubah dan perbaiki. Meskipun demikian template lama tetap dipertahankan. Entah mengapa, saya suka template ini, setidaknya hingga saat ini.

Meski terkesan klasik, namun template model ini ringan ketika di-scoll pakai mouse. Teman-teman sudah berubah, bahkan sudah berlari. Tak hanya tampilan, namun juga konten. Sementara saya masih terus berbenah.

Sibuk, selalu menjadi kambing hitam untuk membunuh kreatifitas. Semoga...perjalanan hari ini kembali membangkitkan semangat...


Powered by BlackBerry® via Mangkok Merah

[ read the rest of this entry » ]

|

Alicia Sabet Medali Perunggu

MEDALI - Alicia menyabet medali perunggu pada Kejuaraan Karate Antarpelajar se-Kalbar yang digelar STKIP PGRI Pontianak, Minggu (3/7) untuk kategori prapemula di bawah 30 Kg.

Powered by BlackBerry®

[ read the rest of this entry » ]

Monday, July 4, 2011 |

Segelas Kopi Inspirasi

MATA memang agak ngantuk, tadi malam baru tiba di rumah sekitar pukul 02.00 WIB, tapi ada daya "tugas negara", mengantarkan istri tercinta harus dilakoni juga. Mengantar ke tempat kerja, sambil bercengkerama sepanjang perjalanan.

Seorang teman berguyon, mengantarkan istri adalah kutukan. "Mengapa?" Tanyaku. "Iyalah, saat lajang, kita awalnya manusia bebas. Mau ngapain juga gak apa-apa. Setelah menikah kita jadi terikat," katanya. 

Aku hanya tersenyum, aku yakin temanku hanya bergurau, sebagai selingan menghilangkan jenuh dari segala rutinitas yang membunuh kreativitas.

Pontianak, masih berembun. Ini yang aku suka, semua terasa sejuk. Merasuk hingga ke dalam jiwa. Titik-titik, embun membuat segar. Aku baru sadar, ternyata berangkat dari rumah belum mandi pagi.

Sebelum melakukan aktivitas lain, segelas kopi mungkin bisa menghilangkan kantuk dan membangkitkan inspirasi hari ini.

Pagi ini, nggak mampir di warung kopi langganan di seputaran "Pecinan". Mungkin Acek mencari-cari, kemana satu orang langgananku kok belum mampir.

Pilihan jatuh ke kawasan Untan. Banyak kenangan di tempat ini, aku rindu memanggul ransel pakai sendal jepit, kaos oblong, dan jins lusuh. 

Meski kopinya tak seenak buatan Si Acek, tapi okelah nikmati saja.

Pengunjung cukup ramai, tapi tak satu orangpun kukenal. Aku merasa asing sendiri. Untungnya ada smartphone dan laptop, maka kutuliskan saja apa yang melintas.

Selamat pagi para sahabat, selamat menikmati segelas kopi dan membangkitkan inspirasi. *

Sent from BlackBerry®

[ read the rest of this entry » ]

Monday, March 28, 2011 |

Rakit Penyeberangan

RAKIT - Setiap hari puluhan hingga ratusan sepeda motor diseberangkan melalui rakit di Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Jalur ini menjadi urat nadi masyarakat setempat yang menghubungkan Desa Kubu Padi-Retok dan sekitarnya. Warga berharap ada jembatan agar transportasi lebih mudah. Setiap motor dimintai ongkos Rp 5.000.
--------------------------------------------------
Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Thursday, January 6, 2011 |

Kapuas Besar, Masih Seperti Dulu

KEMARIN siang saya berkesempatan pergi di Pelabuhan Kapuas Besar. Sudah lama juga rasanya tak menempuh kawasan itu. Paling saat akan pulang ke kampung halaman di ujung Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, yang entah setahun, bahkan tiga tahun sekali saya lakukan.

Bukan apa-apa, saat ini moda tranportasi darat menggunakan sepeda motor lebih mudah dan jamak dilakukan saat akan pulang kampung.

Dulu, sekitar awal tahun 1980-an saat saya masih SD atau awal tahun 1990-an, saat saya masih SMA, saya sering bolak-balik di kawasan Kapuas Besar. Mulai Parit Besar, Parit Pekong, Toko Buku Menara, Studio Foto Puncak dan Studio Foto Roy.
Kala itu, kawasan Kapuas Besar bisa dikatakan sebagai megamal-nya orang dari hulu Sungai Landak, Sungai Kapuas, serta beberapa anak sungai; Sambih, Kubu Padi, dan Retok.

Semua kebutuhan ada di pasar rakyat tersebut. Mulai sembako, pakaian, peralatan nelayan dan petani, dan sebagainya.

Untuk kawasan yang agak elite, biasanya orang-orang berbelanja di Khatulistiwa Plaza atau lumrah disebut KP. Di sini, lebih bersih dan tentu saja tidak becek seperti pasar tengah.

Kini, KP terus menata diri, di antaranya menjadi pusat penjualan ponsel di Pontianak. Hanya saja, Kapuas Besar masih seperti dulu. Tak ada penataan yang berarti, Pasar Tengah masih seperti 20 tahun silam, masih becek dan kumuh.

Dulu ketika ikut orangtua, saya sering menggerutu jika masuk di pasar ini karena becek. Kini, saya juga menggerutu, namun hanya dalam hati. Ternyata setelah menjadi orangtua, ada persepsi yang berbeda. Mau bagaimana lagi, berbagai kebutuhan ada di sini dan lebih murah tentunya.

Hm...kapan ya kawasan Kapuas Besar, dibenahi?
--------------------------------------------------
Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Friday, December 24, 2010 |

Hujan dan Angin Ribut di Jl Gajahmada

video

ANGIN ribut dan hujan lebat terjadi di Pontianak pada 28 Agustus 2010. Kurang lebih sepekan peristiwa serupa terjadi, di antaranya membuat pohon tumbang, papan reklame tumbang.

Video ini diambil menggunakan BlackBerry®.

--------------------------------------------------
Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Friday, October 1, 2010 |

Menaklukkan Ikan Patin

Bagaimana rasanya bertarung dengan ikan patin? Pagi ini saya merasakan sensasinya. Mancing di satu kolam ikan milik Anung, seorang warga keturunan di Gg Keluarga Jl Trans Kalimantan, Sungai Ambawang. Lokasinya tak jauh dari Pontianak, sekitar 20 menit.

Ketika pancing dilemparkan ke kolam, tak berapa lama satu hentakan terasa. Di sinilah sensasinya. Meski ukuran ikannya tak lebih dari 1 Kg, namun terikannya cukup terasa.

Saat "bertarung" dengan ikan patin, semua uraf syarat terasa kendor. Hemmm, satu cara mengisi hiburan yang cukup mengasyikkan. *
--------------------------------------------------
Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Saturday, September 25, 2010 |

Kelenteng di Perempatan Sriwijaya

SATU kelenteng di perempatan Parit Sriwijaya, Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya berdiri kokoh.

Parit Sriwijaya dulunya menjadi tempat pegungsian korban konflik sosial antara Dayak-Tionghoa tahun 1967 saat isu PGRS-Paraku sedang hangat-hangatnya.

Tjupak (Baca: Cupak) Kepala Desa Ampaning (Kini melebur menjadi Desa Sungai Enau) adalah kepala desa pertama di Ampaning. Tjupak lah yang memelopori dan menyediakan tempat bagi pengungsi Tionghoa untuk mendiami Parit Sriwijaya.

Kawasan ini oleh warga Dayak setempat disebut sebagai Pak Perak. Kini, Parit Sriwijaya dihuni beragam etnis, mulai Tionghoa pengungsi yang sudah beranak-pinak, Melayu, Dayak, serta Madura. Pembauran etnis yang terjadi secara alamiat tak pernah menimbulkan gesekan.

Aku berkesempatan mengunjungi tempat ini, Sabtu pekan lalu. Kunjungan yang bukan khusus, hanya lewat saja karena kampungku berada di ujung kawasan itu. *
--------------------------------------------------
Best Regards,

Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Thursday, July 15, 2010 |

Publikasi

Kategori

Followers

Total Pageviews