130 Buah Rumah di Desa Pasir Dilanda Banjir

Oleh: Stefanus Akim

Banjir di Desa Pasir bukan hal baru. Hampir setiap tahun saat musim penghujan rumah penduduk setempat dilanda banjir. Pemerintah diminta mencarikan solusi terbaik agar persoalan ini terselesaikan.

Tri Mariana, seorang aktivis LSM perempuan di Mempawah mengatakan, harus ada upaya komprehensif, strategis dan terpola oleh Pemerintah Kabupaten Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menanggulangi persoalan ini. Apalagi selama ini banjir seakan sudah menjadi agenda tahunan.
Perlu pemikiran serius dengan kajian akademisi yang mantap agar banjir tersebut bisa terselesaikan dengan baik.

Saat ini ada lima dusun dari tujuh dusun di Desa Pasir yang direndam banjir, meliputi dusun Sebukit Rama, Suap, Parit Amanku, Parit Seribu, dan Cengkodok.

Dikatakan Tri, sejak tiga tahun lalu Pemkab Pontianak berencana membangun saluran besar yang diharapkan dapat mengendalikan banjir. Namun hingga kini upaya tersebut belum tampak. Ia menyarankan, jika tak membangun saluran mungkin ada upaya lain yang lebih baik untuk mengatasi banjir tersebut.

”Persoalan ini harus dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya. Jangan sampai berlarut-larut. Habis banjir, habis cerita,” kata dia

Sementara itu akibat banjir ini, sebanyak 130 buah rumah atau sekitar 120 jiwa dilaporkan mengungsi di tempat yang lebih tinggi, diantaranya di Gunung Tiongkandang dan Sebukit Rama. Warga menggunakan tenda darurat yang disiapkan Pemkab Pontianak.
Banjir kali ini juga mengakibatkan sekitar 128 hektar tanaman padi siap panen puso. Hal yang sama melanda tanaman ubi kayu, kacang panjang, cabe dan lidah buaya. Diperkirakan tanaman yang rusak mencapai 30 hektar.

Banjir juga merendam sekolah, sehingga 470 siswa terpaksa diliburkan sejak Senin (5/11). Sekolah yang terendam banjir meliputi Pondok Pesantren Riadus Solihin, Pondok Pesantren Miftahulum, SDN 14, SDN 18, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrsasah Tsanawiyah Khairul Hikmah.

Bupati Pontianak, Agus Salim bersama staf sudah meninjau lokasi, Rabu (7/11). Ia menyerahkan 33 dus mie instan dan 165 kilogram beras kepada 33 keluarga serta pengobatan gratis. Sementara itu masih ada pengungsi yang belum kebagian.□

*Edisi Cetak B0rneo Tribune 9 November 2007

Thursday, November 8, 2007 |

0 komentar:

Kategori

Total Pageviews