Buku Baru Banana

”Kim. Ini ada paket. Tampaknya isinya buku,” ujar Tanto Yakobus.
Dikeluarkannya satu bungkusan persegi panjang warna cokelat dari laci meja komputernya. Di kiri atas bungkusan setebal tiga jari yang memanjang kurang lebih sejengkal itu tertulis “Banana Jl. Kaca Jendela 2 No. 4 Rawajati, Jakarta-12750 Tlp.021-7948682”.

Aku yakin ini pasti kiriman buku dari penerbit Banana. Sebuah penerbit yang banyak menerbitkan buku-buku dengan gaya narasi. Diantaranya karya jurnalistik yang mendapatkan penghargaan Pulitzer. Sebab beberapa waktu lalu aku mengirimkan hasil resensi buku terbitan Banana.

“Sret…”

Bungkusan warna cokelat kusobek. Menyembul tiga buah buku yang didominasi warga cokelat tua. Buku pertama terpampang tulisan besar miring berwana hitam pekat “Pencuri Anggrek”. Di pojok kanan ada tulisan kecil warna putih ”Susan Orlean”
Di bawah lagi ”KISAH NYATA TENTANG KEINDAHAN DAN OBSESI”. Paling dominan terlihat kaki orang yang hanya sampai pangkal paha menggunakan celana jeans sedang naik tangga. Kaki itu dilapisi sepatu kets hitam yang gerigi-giriginya tampak jelas. Di pojok kiri paling bawah dalam lingkaran bergerigi dengan latar belakang kuning tertulis “BEST SELLER”. Di bagian dalam tertulis ukuran buku. 13 cm 368 hlm

Buku kedua didominasi warna putih kekuning-kuningan. Paling atas ada sebuah anatomi mata, alis dan sedikit rambut kecokelatan yang terurai. Bola mata itu hitam yang di tengah-tengahnya ada semacam bara api kekuning-kuningan. Sedangkan retina mata itu berwarna putih kelabu.

Di bagian tengah terdapat tulisan “The Catcher In The Rye” dengan tulisan merah. Nama pengarangnya ditulis dengan huruf hitam “J.D SALINGER”

Paling bawah tertulis ”Seratus buku terbaik sepanjang masa – Time.
Di halaman dalam juga terdapat data ukuran buku. 300 hal, 19 cm.

Buku ketiga lebih tipis dan kecil dari dua buku yang lain. Aku tergoda untuk melihat data ukurannya. 12 cm, 205 hlm.

Sampul buku ini berwarna cokelat kemerah-merahan. Di bagian bawah terdapat lukisan semacam gunung warna biru dan daun yang kehijauan. Paling mencolok gambar seseorang yang memakai baju-sejenis baju koko. Warna baju itu putih dengan bercak-bercak cokelat. Sementara tangan kedua orang itu seolah-olah memegang pita biru yang melilit tiga kali di tangan kanan hingga ke lengan.

Paling mencolok kepala orang itu terbuat dari batu. Tak ada mata. Tak ada telinga dan mulut. Hanya sebuah batu lonjong hampir persegi panjang yang berwarna putih dipadu dengan warna hitam.
Di kanan atas terdapat tertulis ”Annie Dillard”. ”Ini pasti pengarangnya,” pikirku. Di bawah tulisan itu juga terdapat tulisan yang dibuat dalam tiga baris ”Mengajari Batu Bicara”. Tulisan Batu tepat mengenai prototype kepala batu. Kemudian ada lagi tulisan ”Ekspedisi dan perjumpaan”.

Di kiri bawah-hampir di tengah-tengah buku ditulis dengan warna kuning kecil tertulis ”Annie Dillard dengan gemilang melibas semua penulis zaman kita.” R. Buckminster Fuller.

Aku tertarik dengan cover buku-buku itu. Cukup menyita perhatian. Buku pertama didesain Mamato, buku kedua Bondan Winarno dan ketiga oleh Ong Hari Wahyu.

“Ah terima kasih penerbit Banana, terima kasih pak Yusi Avianto Pareanom atas kiriman bukunya. Semoga dalam waktu dekat bisa diresensi.” □

Thursday, August 9, 2007 |

1 komentar:

stefanus akim, said...

Terakhir penerbit Banana kembali mengirimkan surat kepadaku.

”Bung Stefanus Akim yang baik, terima kasih juga atas kesediaannya membaca dan mengulas buku kami. Sekalian, mau minta tolong. Seandainya ada kawan-kawan di sana yang berminat pada buku kami tetapi karena satu dan lain alasan tidak bisa mendapatkannya, silakan memesan langsung melalui kami di bananapublisher@cbn.net.id. Tertanda Yusi”.

Kategori

Total Pageviews