Dunia Berduka Atas Matinya Demokrasi di Myanmar



TERTEMBAK
Wartawan APF Kenji Nagai terbaring di jalan setelah terkena peluru yang ditembakkan polisi dan anggota militer pada pengunjuk rasa di Yangon, Myanmar, Kamis (27/9). Nagai (50), seorang fotografer Jepang, tertembak saat tentara menggunakan senjatanya untuk membubarkan massa. Nagai kemudian tewas. FOTO ANTARA-REUTERS/stringer/ox/07.

"In support of our incredibly brave friends in Burma: May all people around the world wear a red shirt on Friday, September 28. Please forward!"

KITA semua tersentak saat menyaksikan Junta Militer di Myanmar membubarkan massa dengan kekerasan. Sembilan orang dikabarkan tewas karena tembakan membabibuta tentara dan polisi, satu diantaranya wartawan Asian Press Front (APF) asal Jepang, Kenji Nagai (50), 200 orang biksu ditangkap dan masih banyak lagi yang ditahan dan dianiaya.

Bermacam bentuk aksi solidaritas diluapkan masyarakat, kelompok profesi hingga pejabat. Di Bandung misalnya wartawan menggelar unjuk rasa. Di Jakarta Departemen Luar Negeri memasang atribut berwarna merah serta mengheningkan cipta atas peristiwa biadab ini.

Sejumlah negara mengutuk dan meminta agar Myanmar menahan diri dalam menghadapi unjuk rasa dari kelompok pro demokrasi. Di Jepang juga dikabarkan terjadi protes atas peristiwa tersebut. Para Menteri Luar Negara ASEAN, Uni Eropa, Amerika dan negara-negara lainnya turut mengecam peristiwa ini.

Saya sendiri menerima SMS dari Fubertus Ipur yang mengimbau agar menggunakan atribut, syal atau ikat kepala warna merah sebagai tanda turut mengecam tindakan represif Junta Militer di Myanmar. "In support of our incredibly brave friens in Burma: May all peoplearaound the world wear a red shirt on Friday, September 28. Pleaseforward!". Ipur yang juga salah seorang tokoh NGO di Kalbar ini juga gencar mengirimkan SMS kepada beberapa teman dan aktivis serta wartawan.

Di dalam negeri, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta Indonesia bersikap tegas terhadap Myanmar. Sanksi tegas patut dijatuhkan terhadap penguasa Myanmar yaitu Junta Militer yang telah melakukan tindakan represif terhadap para pendemo pro demokrasi yang terdiri dari para warga sipil dan biksu.
RI harusnya segera mendesak digelarnya sidang Luar Biasa ASEAN untuk menjatuhkan sanksi yang keras terhadap Junta Militer Myanmar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, apa yang terjadi di Myanmar merupakan masalah internal mereka. Tetapi RI minta supaya hal itu diselesaikan dengan sebaik-baiknya

Jika kita aktif mengakses informasi, keprihatinan juga muncul dari tokoh-tokoh dunia. Sekjen PBB Ban Ki Moon misalnya, mengimbau penguasa negara yang dulunya dikenal sebagai Burma itu untuk menahan diri.

Sekjen PBB membuat keputusan untuk mengirimkan utusan khusus, Ibrahim Gambari ke Myanmar. Sementara Menlu Myanmar, Nyan Win berjanji akan menjaga keamanan Ibrahim bahkan sebuah visa akan dikeluarkan di Singapura untuk Gambari.

Sementara itu Thailand berniat mengungsikan warga Asia tenggara dari Myanmar. Thailand telah menyiapkan empat pesawat angkut C-130 untuk mengungsikan warga negara Thai di Myanmar.

***
Pembubaran masa secara represif itu berawal dari demonstrasi damai yang dilakukan lebih dari 10 ribu pengunjuk rasa di Yangon. Demonstrasi yang dimotori para biksu itu karena kenaikan BBM yang melambung dan membuat masyarakat tak mampu membeli bahkan untuk naik bus berangkat bekerja.

Pasukan keamanan melepaskan tembakan peringatan, tongkat dan popor senjata untuk melawan pengunjuk rasa.

Kita tentu saja prihatin dengan perkembangan terakhir yang terjadi di Myanmar. Termasuk tekanan terhadap kebebasan media massa di negeri itu serta perlakuan terhadap para jurnalis.

Kita sepakat bahwa semua pihak memiliki hak untuk mengekspresikan dan menyampaikan opininya. Termasuk mempertahankan pendapat melalui media massa tanpa intervensi dari pihak manapun.

Di sisi lain penguasa Myanmar hari Jumat memperluas jam malam di daerah rusuh Yangon utara.

Singapura menyerukan agar penguasa negara itu mengekang diri dalam menghadapi pengunjukrasa dan meminta jasa penengah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Singapura adalah salah satu pemodal asing terbesar di Myanmar

Presiden AS George W. Bush, dalam pidato di Sidang Majelis Umum, menyerukan semua negara agar "membantu rakyat Burma memperoleh kembali kebebasan mereka" dan mengumumkan sanksi baru atas para jenderal, keluarga dan pendukung mereka.

Uni Eropa menyatakan perhimpunan itu akan "memberlakukan kembali dan memperkuat" sanksi terhadap para penguasa Myanmar kalau demonstrasi tersebut dipadamkan dengan penggunaan kekuatan. Kita tahu bahwa Uni Eropa memiliki 27 anggota.

Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura akan menyurati Jenderal Senior Than Shwe di Myanmar. Ia telah melakukan pembicaraan dengan mitranya dari ASEAN.

Tewasnya Kenji Nagai barangkali bukan hal yang sangat luar biasa. Mengingat hal itu adalah bagian dari resiko terberat dari profesi seorang jurnalis di daerah konflik. Namun yang menjadi persoalan sesungguhnya adalah, dengan kejadian itu Myanmar mengunci diri terhadap informasi yang akan keluar. Myanmar berkeinginan untuk menutup mata dan telinga para jurnalis agar diliputi rasa takut dalam menjalankan profesinya. Kejadian ini adalah sebuah tragedi luar biasa di era demokrasi yang didengung-dengungkan hampir di semua belahan dunia.

***

Myanmar yang juga dikenal dengan Burma adalah sebuah negara di Asia Tenggara. Negara seluas 680 km² ini telah diperintah oleh pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988. Negara ini adalah negara berkembang dan memiliki populasi sekitar 43 juta jiwa. Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Pyinmana pada tanggal 7 November 2005.

Junta militer biasanya merujuk ke suatu bentuk pemerintahan diktator militer, khususnya di Amerika Latin. Dalam bahasa Spanyol, junta sendiri berarti "(rapat) bersama", dan biasanya digunakan untuk berbagai kumpulan yang bersifat kolegial (hubungan kerekanan).

Junta militer biasanya dipimpin oleh seorang perwira militer yang berpangkat tinggi. Pemerintahan ini biasanya hanya dikuasai oleh satu orang perwira yang mengendalikan hampir segala-galanya. Bentuk-bentuk junta militer yang terkenal adalah pemerintahan Augusto Pinochet di Chili dan Proceso de Reorganización Nacional, diktator militer yang terkenal karena kekejamannya di Argentina dari 1976 hingga 1983. Junta Militer di Burma dipimpin Jenderal Senior Than Shwe.

Tercatat ada beberapa negara dalam kekuasaan militer hingga saat ini. diantaranya: Libya, Myanmar (Burma), Pakistan, Sudan dan Thailand.

Sementara negara-negara dengan sejarah pemerintahan militer cukup banyak termasuk Indonesia.

***

Tragedi ini mengingatkan kita akan peristiwa tahun 1997-1998 di Indonesia. Penguasa saat itu, Jenderal Soeharto juga sangat represif terhadap pengunjuk rasa. Namun akhirnya ia jatuh di tangan mahasiswa yang mendesak Soeharto melepaskan jabatannya setelah 32 tahun berkuasa.

Kita turut berduka atas matinya demokrasi di Myanmar yang ditandai dengan matinya Kenji Nagai dan delapan orang warga sipil. Syal merah, kutukan dan mengheningkan cipta serta sebait doa rasanya layak kita lakukan. Selamat jalan Kenji Nagai, sebagai sesama jurnalis saya tentu saja turut berduka atas tragedi ini. Satu prinsip yang tak boleh turut mati, bahwa kebebasan pers tak boleh ikut mati.*

Saturday, September 29, 2007 |

3 komentar:

roeslan said...

iya dunia berduka...itu karena tikus mas...benar-benar karena tikus

roeslan said...

percayakah anda kalo kematian wartawan tersebut karena tikus,tikus itu juga ada di indonesia buanyak banget....lam kenal

prodemburma said...

terima kasih kiriman artikelnya. sudah kami muat.

Kategori

Total Pageviews