Algojo Paling Mematikan di Abad Modern

Oleh: Stefanus Akim

Judul : Bush dan Hitler
Pengarang : Rh. Widada
Penerbit : Penerbit Bentang
Cetakan : Pertama, Oktober 2007
Halaman : vi + 154; 17,5 cm
___________________________________


Selama ini sudah banyak buku yang membahas tentang Bush maupun Hitler. Namun buku yang membandingkan keduanya atau buku yang membahas kedua tokoh itu dalam satu buku, mungkin baru buku yang dibuat oleh Rahmad (Rh) Widada. Seorang penulis dan editor buku freelance.

Jika dicermati buku ini sesungguhnya terbagi dua bagian besar, yaitu pembahasan tentang Hitler di satu bagian pertama dan George W. Bush di bagian kedua. Barulah dipaparkan kesamaannya.

Pada bagian awal kita diajak penulis untuk masuk lebih dalam siapa kedua tokoh utama. Bagaimana Hitler menapaki karirnya hingga ia “sukses” memimpin Partai Nazi. Kita diajak mulai melihat kehidupan Hitler masa kanak-kanak, bermigrasi, masuk dinas ketentaraan, dipenjara hingga menulis buku Mein Kampf.

Termasuklah menyinggung tentang kebijakan rasial Hitler dan Holocaust.
Begitu pun dengan Bush. Penulis yang alumni Sastra Indonesia Fakultas Sastra UGM, juga membawa penulis untuk menyelidiki kehidupan Bush di masa lalu. Bahkan masih di saat kakek buyutnya memulai bisnis keluarga hingga pengaruh keluarga Bush terhadap Partai Nazi.

Tulisan awal tersebut semacam pembukaan yang akan menghantarkan pembaca untuk tahu lebih dalam kedua tokoh utama. Namun bagi sebagian orang yang sudah membaca buku-buku semacam biography Hitler atau Bush bagian ini mungkin menjemukan. Sebaliknya bagi yang belum pernah membaca biography keduanya, bagian ini adalah bagian cukup penting sebagai pintu masuk agar semua isi buku terserap habis. Setidaknya bisa mengingatkan kembali bacaan-bacaan silam. Dari semua itu bahasa penulis yang juga pernah berkarier sebagai penulis essay, cerpenis serta editor sangat renyah dan enak untuk dibaca.
Bagian sangat penting dari buku ini terletak pada bab 5; Pola-Pola Politik Megalomaniak. Bagian ini sesungguhnya klimaksnya dari bab-bab sebelumnya.

Mengutip sinopsis yang dibuat penerbit, personifikasi Hitler pada diri pemimpin yang tidak disukai Amerika selalu menarik untuk diperhatikan. Ketika pecah perang teluk, Saddam menjadi bulan-bulanan media yang menganggapnya Hitler versi timur tengah. Kemudian, cap Hitler pun sempat mampir pada Presidan Iran, Mahmoud Ahmadinejad, karena meragukan orisinalitas data tentang holocaust.

Ironisnya, dalam konteks invasi terhadap Irak, cap buruk Hitler itu justru berbalik kepada Bush Jr. sendiri, yang sebagian besar dilakukan oleh orang Amerika melalui internet. Gelagat menyamakan Bush dan Hitler ini mungkin bukan sekadar main-main jika penulis memiliki data akurat tentang setiap transaksi bisnis kotor yang pernah dijalankan keluarga Bush semasa pecah perang dunia II. Inilah buku yang mengupas tuntas kelihaian keluarga Bush memperalat orang-orang di sekitarnya untuk kemudian maju menjadi pemimpin sebuah bangsa digdaya bernama Amerika.□

*Edisi Cetak Borneo Tribune 30 Desember 2007

Monday, December 31, 2007 |

1 komentar:

CresceNet said...

Gostei muito desse post e seu blog é muito interessante, vou passar por aqui sempre =) Depois dá uma passada lá no meu site, que é sobre o CresceNet, espero que goste. O endereço dele é http://www.provedorcrescenet.com . Um abraço.