Alicia Sabet Medali Perunggu

MEDALI - Alicia menyabet medali perunggu pada Kejuaraan Karate Antarpelajar se-Kalbar yang digelar STKIP PGRI Pontianak, Minggu (3/7) untuk kategori prapemula di bawah 30 Kg.

Powered by BlackBerry®

[ read the rest of this entry » ]

Monday, July 4, 2011 |

Segelas Kopi Inspirasi

MATA memang agak ngantuk, tadi malam baru tiba di rumah sekitar pukul 02.00 WIB, tapi ada daya "tugas negara", mengantarkan istri tercinta harus dilakoni juga. Mengantar ke tempat kerja, sambil bercengkerama sepanjang perjalanan.

Seorang teman berguyon, mengantarkan istri adalah kutukan. "Mengapa?" Tanyaku. "Iyalah, saat lajang, kita awalnya manusia bebas. Mau ngapain juga gak apa-apa. Setelah menikah kita jadi terikat," katanya. 

Aku hanya tersenyum, aku yakin temanku hanya bergurau, sebagai selingan menghilangkan jenuh dari segala rutinitas yang membunuh kreativitas.

Pontianak, masih berembun. Ini yang aku suka, semua terasa sejuk. Merasuk hingga ke dalam jiwa. Titik-titik, embun membuat segar. Aku baru sadar, ternyata berangkat dari rumah belum mandi pagi.

Sebelum melakukan aktivitas lain, segelas kopi mungkin bisa menghilangkan kantuk dan membangkitkan inspirasi hari ini.

Pagi ini, nggak mampir di warung kopi langganan di seputaran "Pecinan". Mungkin Acek mencari-cari, kemana satu orang langgananku kok belum mampir.

Pilihan jatuh ke kawasan Untan. Banyak kenangan di tempat ini, aku rindu memanggul ransel pakai sendal jepit, kaos oblong, dan jins lusuh. 

Meski kopinya tak seenak buatan Si Acek, tapi okelah nikmati saja.

Pengunjung cukup ramai, tapi tak satu orangpun kukenal. Aku merasa asing sendiri. Untungnya ada smartphone dan laptop, maka kutuliskan saja apa yang melintas.

Selamat pagi para sahabat, selamat menikmati segelas kopi dan membangkitkan inspirasi. *

Sent from BlackBerry®

[ read the rest of this entry » ]

Monday, March 28, 2011 |

Rakit Penyeberangan

RAKIT - Setiap hari puluhan hingga ratusan sepeda motor diseberangkan melalui rakit di Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Jalur ini menjadi urat nadi masyarakat setempat yang menghubungkan Desa Kubu Padi-Retok dan sekitarnya. Warga berharap ada jembatan agar transportasi lebih mudah. Setiap motor dimintai ongkos Rp 5.000.
--------------------------------------------------
Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Thursday, January 6, 2011 |

Kapuas Besar, Masih Seperti Dulu

KEMARIN siang saya berkesempatan pergi di Pelabuhan Kapuas Besar. Sudah lama juga rasanya tak menempuh kawasan itu. Paling saat akan pulang ke kampung halaman di ujung Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, yang entah setahun, bahkan tiga tahun sekali saya lakukan.

Bukan apa-apa, saat ini moda tranportasi darat menggunakan sepeda motor lebih mudah dan jamak dilakukan saat akan pulang kampung.

Dulu, sekitar awal tahun 1980-an saat saya masih SD atau awal tahun 1990-an, saat saya masih SMA, saya sering bolak-balik di kawasan Kapuas Besar. Mulai Parit Besar, Parit Pekong, Toko Buku Menara, Studio Foto Puncak dan Studio Foto Roy.
Kala itu, kawasan Kapuas Besar bisa dikatakan sebagai megamal-nya orang dari hulu Sungai Landak, Sungai Kapuas, serta beberapa anak sungai; Sambih, Kubu Padi, dan Retok.

Semua kebutuhan ada di pasar rakyat tersebut. Mulai sembako, pakaian, peralatan nelayan dan petani, dan sebagainya.

Untuk kawasan yang agak elite, biasanya orang-orang berbelanja di Khatulistiwa Plaza atau lumrah disebut KP. Di sini, lebih bersih dan tentu saja tidak becek seperti pasar tengah.

Kini, KP terus menata diri, di antaranya menjadi pusat penjualan ponsel di Pontianak. Hanya saja, Kapuas Besar masih seperti dulu. Tak ada penataan yang berarti, Pasar Tengah masih seperti 20 tahun silam, masih becek dan kumuh.

Dulu ketika ikut orangtua, saya sering menggerutu jika masuk di pasar ini karena becek. Kini, saya juga menggerutu, namun hanya dalam hati. Ternyata setelah menjadi orangtua, ada persepsi yang berbeda. Mau bagaimana lagi, berbagai kebutuhan ada di sini dan lebih murah tentunya.

Hm...kapan ya kawasan Kapuas Besar, dibenahi?
--------------------------------------------------
Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Friday, December 24, 2010 |

Hujan dan Angin Ribut di Jl Gajahmada



ANGIN ribut dan hujan lebat terjadi di Pontianak pada 28 Agustus 2010. Kurang lebih sepekan peristiwa serupa terjadi, di antaranya membuat pohon tumbang, papan reklame tumbang.

Video ini diambil menggunakan BlackBerry®.

--------------------------------------------------
Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Friday, October 1, 2010 |

Menaklukkan Ikan Patin

Bagaimana rasanya bertarung dengan ikan patin? Pagi ini saya merasakan sensasinya. Mancing di satu kolam ikan milik Anung, seorang warga keturunan di Gg Keluarga Jl Trans Kalimantan, Sungai Ambawang. Lokasinya tak jauh dari Pontianak, sekitar 20 menit.

Ketika pancing dilemparkan ke kolam, tak berapa lama satu hentakan terasa. Di sinilah sensasinya. Meski ukuran ikannya tak lebih dari 1 Kg, namun terikannya cukup terasa.

Saat "bertarung" dengan ikan patin, semua uraf syarat terasa kendor. Hemmm, satu cara mengisi hiburan yang cukup mengasyikkan. *
--------------------------------------------------
Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Saturday, September 25, 2010 |

Kelenteng di Perempatan Sriwijaya

SATU kelenteng di perempatan Parit Sriwijaya, Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya berdiri kokoh.

Parit Sriwijaya dulunya menjadi tempat pegungsian korban konflik sosial antara Dayak-Tionghoa tahun 1967 saat isu PGRS-Paraku sedang hangat-hangatnya.

Tjupak (Baca: Cupak) Kepala Desa Ampaning (Kini melebur menjadi Desa Sungai Enau) adalah kepala desa pertama di Ampaning. Tjupak lah yang memelopori dan menyediakan tempat bagi pengungsi Tionghoa untuk mendiami Parit Sriwijaya.

Kawasan ini oleh warga Dayak setempat disebut sebagai Pak Perak. Kini, Parit Sriwijaya dihuni beragam etnis, mulai Tionghoa pengungsi yang sudah beranak-pinak, Melayu, Dayak, serta Madura. Pembauran etnis yang terjadi secara alamiat tak pernah menimbulkan gesekan.

Aku berkesempatan mengunjungi tempat ini, Sabtu pekan lalu. Kunjungan yang bukan khusus, hanya lewat saja karena kampungku berada di ujung kawasan itu. *
--------------------------------------------------
Best Regards,

Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Thursday, July 15, 2010 |

Santai Sejenak di Tengah Hiruk Pikuk

 


Posted by Picasa

[ read the rest of this entry » ]

Sunday, July 4, 2010 |

Kerja Sambil Ngasuh

SELAMA musim liburan sekolah kali ini saya punya aktivitas tambahan, yakni 'ngasuh'.

Gagas - putraku - suka sekali main game online. Untungnya dia masih tak terlalu berani main game online sendiri karena jaraknya lumayan jauh dari rumah. Selain itu harus menyeberang jalan raya yang cukup padat. Jadi dia harus terus ditemani sekaligus diawasi.

Nah, satu bagian pekerjaanku adalah meng-upload berita online. Karena aku butuh jaringan internet maka klop dengan Gagas yang ingin main game online.

Satu unit telkomsel flash di rumah ternyata tak cukup karena semua membutuhkan. Jadilah hari-hari kami berdua, sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 menyambagi warnet atau cafe-cafe yang ada hotspot.

Untungnya, di sekitar kompleks cukup banyak warnet dan cafe online. Kini, hari-hariku diisi dengan bekerja sambil ngasuh. Lumayanlah, sambil menyelam minum air.

Hem, ternyata pekerjaan kayak gini asyik juga. *
--------------------------------------------------
Best Regards,

Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com
http://tribunpontianak.co.id

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Wednesday, June 30, 2010 |

Piring Antik Sahidin

SIANG ini saya didatangi seorang laki-laki tua sekitar 65 tahun. Ia mengaku bernama Sahidin, berasal dari pedalaman Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.

Kedatangan Sahidin menawarkan piring antik, bergambar burung. Harganya tak terlalu mahal, namun aku juga bukan orang yang terlalu 'fanatik' dengan barang-barang antik.

Sahidin mengaku sudah lama melakoni kegiatan ini. Ia menyebutkan sejumlah nama tokoh Dayak yang tinggal di Pontianak mengoleksi barang antik yang ia jual. Kebetulan di antaranya aku kenal.

Sahidin juga mengaku ada beberapa orang bule menjadi pembeli barang antiknya.

Satu sisi, mungkin pekerjaan ini dibutuhkan Sahidin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, di sisi lain, saya juga miris, sebab banyak barang-barang antik yang punya nilai sejarah hilang atau dikoleksi orang luar.

Sebelum pulang, Sahidin berujar, "Kalau mau cari barang antik cari saja saya, orang biasa memanggil saya Pak Udak," katanya sambil menyebut satu di antara tokoh Dayak tempat biasa ia mangkal.*
--------------------------------------------------
Best Regards,

Stefanus Akim
http://stefanusakim.blogspot.com
http://tribunpontianak.co.id

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--------------------------------------------------

[ read the rest of this entry » ]

Sunday, June 27, 2010 |