Koran Edisi Cetak di Komputer



SIAPA pun pasti akan menggerutu ketika koran datang terlambat. Apa lagi harus buru-buru berangkat ke tempat kerja. Atau, koran datang pagi, namun kondisinya sudah kusam karena tersiram air hujan.

Kondisi seperti itu ke depan sepertinya tak akan lagi menjadi persoalan. Terutama ketika Kontan, memelopori membuat terobosan dengan membuat koran digital pada Rabu 2 Juli 2008. Hari berikutnya, Kamis 3 Juli 2008 giliran Kompas membuat ePaper Kompas atau koran digital.

Format koran digital beda dengan format web. Di web kita hanya menikmati tulisan atau gambar yang layout-nya berbeda dengan versi cetak, namun di versi koran digital kita melihat utuh lembaran koran. Tentu saja, jika kita mengakses internet.



Pada model ini, apa yang ada dalam versi cetak ada dalam versi digital, termasuk iklan. Dengan munculnya koran digital, kayaknya tak perlu lagi berlangganan koran versi cetak. Apa lagi jika menunggu siang baru bisa baca koran.

Meski demikian, format ini bukan tak ada kelemahan. Kekurangan pertama yang saya rasakan loadingnya masih agak lama tak secepat kala kita membuka web. Kelemahan berikutnya, saat dibuka hanya ada dua pilihan tampilan, tampilan besar atau kecil. Belum dibuat format tampilan koran seukuran layar komputer. Namun, secara umum pembaca sangat dimanjakan dengan versi tersebut. Apa lagi tampilannya benar-benar jernih dan enak dilihat.

Setakat ini, minimal hingga tulisan ini dibuat kedua koran yang berada dalam satu atap itu masih menggratiskan para pembacanya. Sayang, masih belum di-update, sehingga masih tampilan hari sebelumnya.

Tahun ini, megaportal Kompas memang sangat memanjakan pembacanya. Semua rubrikasi ada, mulai dari gaya hidup, olahraga, kriminal hingga citizen journalism berikut grupnya. Di Indonesia, Kompas lah yang mengintregritaskan semuanya dalam satu situs besar.*

Saturday, July 5, 2008 |

4 komentar:

rajab said...

Selamat tinggal koran cetak...
Selamat datang koran era baru...

Freddy Hernawan said...

saya baru tahu soal epaper nya kompas :) thx for the info. btw, setelah saya buka web nya, iya memang berat. karena apa? karena data yang digunakan adalah data image, yang kita tahu bahwa data image ukuran nya lbh besar ketimbang data text utk kuantitas tulisan yang sama. Mungkin nanti, kalau koneksi jaringan Internet sudah semakin murah dan cepat, itu bukan lagi soal.

Shedtya said...

hm,, dah tau sich ada koran digital tapi lom sempat liat2 hehe,, tar mampir ah liat2 ke sana, thanx infonya maybe ini niru2 BSE kali yah hehe,,,

Anonymous said...

apa gak duluan jawapos yg buat versi cetak? saya biasa baca koran online jawa pos, kompas, juga detik. dan yang saya tahu, yang pertama adalah jawapos, baru kemudian kompas. hanya saja jawapos fiturnya tidak selengkap kompas, tapi jawapos dapat disimpam dalam bentuk PDF, sedangkan kompas tidak.