Harmoni yang Terkoyak


Salah satu tempat dupa yang hancur diamuk massa. Foto: Lukas B Wijanarko.

Jalan Gajah Mada, Pontianak, Kamis 6 Desember 2007. Amarah massa memuncak, lemparan batu memecahkan kaca-kaca rumah dan mobil. Sebuah kelenteng juga menjadi amuk massa. Mobil, dupa dan barang-barang yang ada di dalam kelenteng porak-poranda. Pontianak tegang, aparat keamanan bersiaga. Dua hari kemudian keadaan berangsur kondusif, tak ada lagi kerumunan massa.

Kericuhan ini dipicu perkelahian antara dua orang di Gang 17 Jala Tanjungpura. Mereka adalah Iksan dan Syarif Mustafa Ibrahim. Gang 17 sendiri tembus dengan Jalan Gajah Mada, sebuah kawasan “pecinan” di Pontianak. Kawasan ini menjadi pusat bisnis dan perdagangan sejak dahulu hingga sekarang. Secara kebetulan Iksan orang Tionghoa, sementara Syarif Mustafa Ibrahim orang Melayu, tepatnya keturunan Arab yang sudah berasimilasi menjadi Melayu.

Akibat kericuhan ini, belasan rumah dan toko (ruko) serta mobil di sepanjang Jalan Kedah, Jalan Ketapang dan Jalan Tanjungpura, serta Gang 17 rusak akibat lemparan batu.

Sebelumnya terjadi perkelahian sekitar pukul 19.00 WIB. Perkelahian dipicu mobil jenis BMW yang diparkir tergores, sehingga membuat pemiliknya, Iksan, mencari tahu sebabnya. Ia mondar-mandir bertanya ke sana ke mari, tidak juga ada jawaban.

Secara kebetulan Iksan berpapasan dengan Syarif yang keluarganya sedang ramai tahlilan hari ke-25 wafatnya anggota keluarga. Iksan pun bertanya lagi. “Saya tak tahu,” ujar Syarif.

Jalan di Gg 17 sempit. Tak lebih dari 2 meter lebarnya. Timbul percekcokan antara Iksan dengan Syarif yang berbuntut perkelahian. Hidung Syarif luka oleh pukulan tangan kosong Iksan. Menurut Syarif, ia dipukul dengan rantai yang dililit di kepalan tangannya.


Kerumunan massa di Gg. 17 Jalan Gajahmada, Pontianak. Foto: Lukas B Wijanarko

Awalnya, perkelahian berhasil dilerai warga. Selang beberapa waktu, tiba-tiba sekelompok massa mendatangi rumah 122 A Gang 17 padahal rumah tersebut sudah dijaga puluhan personel aparat. Kerumunan massa disebabkan informasi yang simpang siur. Massa nekat memasuki rumah, tetapi dihadang petugas kepolisian. Sempat massa bersitegang dengan petugas. Terjadi pelemparan batu oleh beberapa warga yang mengenai atap rumah.

Petugas kemudian berhasil mengevakuasi penghuni rumah menggunakan truk dari satuan Brimob. Ketika penjagaan agak longgar, massa berhasil memasuki rumah. Kaca-kaca pun rontok. Tak lama aparat yang bertambah banyak menghalau massa ke luar gang.

Kerumunan massa bertambah besar. Datang dari berbagai penjuru Kota Pontianak. Saat itu pelaku perkelahian yang sebelumnya berada di Polsekta Pontianak Selatan sudah dipindahkan ke Poltabes Pontianak setelah melalukan visum di RS Bhayangkara Polisi daerah Kalbar.

Namun lantaran masih tetap ingin mencari pelaku pemukulan atas Syarif, sekelompok massa mendatangi Polsekta Pontianak Selatan untuk melihat langsung pelaku pemukulan.

Sementara itu meski dijaga ketat aparat kemanan, massa tetap memaksa masuk ke dalam rumah.”Hancurkan jak!” Terdengar teriakan lantang dari kerumunan massa. Dibalas sahut-menyahut.

Amarah massa tidak terbendung. Kaca rumah dipukul, semua barang yang ada tidak luput dari pukulan. Mobil yang berada dalam rumah juga menjadi korban.

Tidak puas, sebagian dari massa terlihat naik ke lantai dua. Eksekusi itu mulai sekitar pukul 23.40. Tepat pukul 00.00 aksi penghancuran rumah yang dilakukan puluhan massa reda. Sementara massa yang lain hanya menonton.

Wakapoltabes, AKBP Andi Musa, SH turun dalam kerumunan. Ia menghimbau Brimob yang sejak awal melakukan penjagaan untuk mengarahkan massa ke luar. ”Rekan Brimob, tolong rekanrekan semua dihimbau meninggalkan lokasi,” katanya. Sekitar pukul 00.10, kerumunan massa di rumah 122 A mulai berkurang. Hanya tinggal aparat berjaga-jaga.

Meskipun sempat ramai, namun sebagian besar kawasan di Pontianak justru aman dan biasa-biasa saja. Rumah Makan Melda buka hingga pagi. Laris-manis seperti biasa. Jaraknya hanya sekitar 6 blok ruko dari tempat kejadian perkara (TKP). Begitupun warung pecel lele Lamongan di depan Gang 17. Tetap buka seperti biasa. Pasar Flamboyan yang lokasinya hanya ratusan meter dari TKP juga aman. Kota Pontianak kembali normal walaupun Poltabes menetapkan siaga satu sejak Jumat (7/12/2007).

PROVOKASI
Jumat, sekitar pukul 21.00. Ratusan warga kembali memenuhi Jalan Gajah Mada. Tepatnya di depan Cafe Tapaz. Terdengar tembakan ke udara dari petugas. Segera terjadi kemacetan pada arus lalu lintas di ruas pecinan terbesar Kota Pontianak.


Kerumunan massa di Jalan Gajahmada, Pontianak

Beberapa pengendara terpaksa balik kanan akibat jalan sudah terhalang massa. Dari beberapa informasi yang berkembang, awalnya terjadi perkelahian kecil antar oknum pemuda di salah satu warung kopi, tetapi belum jelas pemicunya.

Petugas mengamankan satu orang yang diduga sebagai tersangka. Tiba-tiba sebuah sepeda motor dengan dua pengendara melintas sambil berteriak. Aksi ini segera diceagh dan keduaduanya diciduk petugas.

Melihat kerumunan massa yang makin ramai, Kapolda Kalbar Brigjen Drs Zainal Abidin Ishak, turun ke lokasi. Disusul Walikota Pontianak, dr H Buchary A Rachman. Kondisi berangsur normal. Pukul 23.00 lalu lintas benar-benar kembali normal.

Safrudin, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Pontianak yang berada di TKP, mengaku tak tahu siapa oknum yang diduga berkelahi. ”Kejadian ini hanya kriminalitas murni. Serahkan sepenuhnya kepada polisi,” himbaunya. Menurutnya, mungkin ada sebagian masyarakat belum tahu hasil keputusan dari pertemuan di siang harinya.

Pukul 13.00 di Mapoltabes, terjadi kesepakatan damai dari kedua tokoh masyarakat, baik Tionghoa maupun tokoh masyarakat Melayu di Ruang Balai Kemitraan Mapoltabes.

SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Perwakilan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT), Sutadi SH, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Kota Pontianak. MABT sangat menyesalkan terjadinya perkelahian dari kesalahpahaman oknum warganya sehingga korban dirawat di rumah sakit.


Sebuah mobil dan vihara Panca Dharma Sradha yang juga diamuk massa. Foto: Lukas B Wijanarko.

Pihaknya mempercayakan pada kepolisian untuk menyelesaikannya konflik secara hukum. Sutadi menambahkan, perlunya kerja sama antar etnis. Ia berharap, pertemuan itu tak sampai di permohonan maaf saja, tapi harus ada kelanjutannya dalam bentuk kerja sama yang saling tolong-menolong dan harga-menghargai.

Sementara Ateng Sanjaya, warga Tionghoa yang dua puluh tahun berpofesi menjadi pemadam kebakaran mengatakan, selama ini warganya selalu menjaga kesatuan dan kesatuan. Ia berprinsip di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Perwakilan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Syafarudin mengatakan, kejadian kriminal seperti Gang 17 jangan sampai terulang. “Pertikaian kemarin malam hendaknya menjadi hikmah kepada kita semua, sehingga kita bisa duduk bersama tanpa melihat dari suku dan bahasa apa,” ungkapnya. Insiden itu, menurutnya, disebabkan kurangnya komunikasi kedua belah pihak.

Dialog para tokoh difasilitasi Mapoltabes Pontianak yang dipimpin langsung Wakapoltabes, Andi Musa, SH dengan mengundang tokoh masyarakat, diantaranya MABT, MABM, Yayasan Bhakti Suci, tokoh agama dan perwakilan warga. Acara ditutup dengan doa, foto bersama yang menampilkan tokoh masyarakat bergandengan tangan.

PONTIANAK KONDUSIF
Sabtu (8/12/2007), Kota Pontianak berangsur-angsur mulai kondusif. Sebelumnya kota sempat mencekam karena simpang siurnya pemberitaan yang beredar di tengah masyarakat.

Sepanjang jalur Jalan Gajahmada dan Tanjungpura kondisi perdagangan berjalan normal. Hanya rumah tersangka di Gang 17 masih dalam pengawalan kepolisian meskipun tak seketat hari petama. Konsentrasi massa juga tak ada lagi karena polisi membubarkan mereka. Masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa seakan tak terpengaruh keadaan sebelumnya. Ruko-ruko yang sehari sebelumnya tutup, mulai buka kembali.

Pada Minggu (9/12/2007) Kota Pontianak benar-benar aman. Mayarakat sudah beraktivitas seperti biasanya. Tak tampak lagi toko yang tutup atau yang dijaga ketat. Di pasar tradisional harga barang tetap normal. Tidak terjadi lonjakan seperti yang ditakuti masyarakat.
...
Pertikaian ini tentu saja membuat banyak orang khawatir.
Betapa tidak? Belum juga hilang diingatan kita peristiwa Sanggau
Ledo dan Sambas sepanjang tahun 1999 hingga 2000, kini
kemungkinan rusuh massal itu kembali terjadi. Kalimantan
Barat selama ini sudah dicap daerah rawan konflik. Ada yang
mencatat kerusuhan etnis itu terjadi sejak jaman penjajahan
Belanda. Paling tidak yang bisa dicatat, kerusuhan itu tejadi
sejak 32 tahun lalu. (Stefanus Akim)

*Edisi Cetak Dimuat Majalah Suara Baru, Jakarta Edisi Januari-Pebruari 2008

Tuesday, March 4, 2008 |

2 komentar:

Indonesia Articles Online said...

Mari kita menuju ke bangsa yang lebih dewasa dan tidak melulu dikuasai oleh nafu seketika dan emosi sesaat. Malu sama tetangga... Tks

Anonymous said...

[u][b]Xrumer[/b][/u]

[b]Xrumer SEO Professionals

As Xrumer experts, we from been using [url=http://www.xrumer-seo.com]Xrumer[/url] for a sustained immediately conditions and grasp how to harness the massive power of Xrumer and turn it into a Cash machine.

We also provender the cheapest prices on the market. Assorted competitors see fit cost 2x or even 3x and a destiny of the time 5x what we charge you. But we have faith in providing prominent service at a low affordable rate. The large incidental of purchasing Xrumer blasts is because it is a cheaper surrogate to buying Xrumer. So we train to keep that mental activity in mind and outfit you with the cheapest censure possible.

Not just do we be suffering with the greatest prices but our turnaround time payment your Xrumer posting is wonderful fast. We drive take your posting done to come you distinguish it.

We also provide you with a full log of successful posts on contrary forums. So that you can see also in behalf of yourself the power of Xrumer and how we have harnessed it to benefit your site.[/b]


[b]Search Engine Optimization

Using Xrumer you can think to realize thousands upon thousands of backlinks exchange for your site. Many of the forums that your Location you intent be posted on bear exalted PageRank. Having your join on these sites can categorically serve establish up some cover grade help links and genuinely boost your Alexa Rating and Google PageRank rating utterly the roof.

This is making your put more and more popular. And with this increase in popularity as well as PageRank you can envisage to lead your area in effect rank expensive in those Search Engine Results.
Traffic

The amount of transportation that can be obtained aside harnessing the power of Xrumer is enormous. You are publishing your site to tens of thousands of forums. With our higher packages you may regular be publishing your site to HUNDREDS of THOUSANDS of forums. Create 1 post on a stylish forum disposition by get 1000 or so views, with announce ' 100 of those people visiting your site. Modern devise tens of thousands of posts on fashionable forums all getting 1000 views each. Your freight will withdraw sometimes non-standard due to the roof.

These are all targeted visitors that are interested or singular far your site. Assume how assorted sales or leads you can achieve with this colossal figure up of targeted visitors. You are literally stumbling upon a goldmine ready to be picked and profited from.

Remember, Above is Money.
[/b]

TRAVERSE B RECOVER YOUR TWOPENNY BLAST TODAY:


http://www.xrumer-seo.com